Alternative Credit Scoring vs SLIK: Mengapa Data Alternatif Tetap Dibutuhkan?
Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) telah lama menjadi salah satu sumber informasi utama bagi bank dan lembaga pembiayaan. SLIK membantu penyedia layanan keuangan melihat riwayat kredit calon debitur sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan.
Namun, muncul pertanyaan yang semakin relevan: jika sudah ada SLIK, mengapa masih dibutuhkan Alternative Credit Scoring atau Pemeringkat Kredit Alternatif?
Jawabannya terletak pada perubahan perilaku masyarakat dan semakin banyaknya individu maupun pelaku usaha yang belum memiliki histori kredit formal. Alternative Credit Scoring hadir bukan untuk menggantikan SLIK, melainkan melengkapinya. Dengan insight tambahan yang dapat menghasilkan keputusan kredit yang lebih akurat, cepat, dan inklusif.
Apa Itu Sistem Layanan Informasi Keuangan?
SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) merupakan sistem yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sistem tersebut menyediakan informasi mengenai riwayat kredit debitur kepada lembaga jasa keuangan. Melalui SLIK, bank dan perusahaan pembiayaan dapat mengetahui berbagai informasi seperti:
- Riwayat pinjaman
- Status pembayaran kredit
- Kolektibilitas kredit
- Jumlah fasilitas pembiayaan yang dimiliki
- Riwayat tunggakan apabila ada
Informasi tersebut sangat membantu dalam menilai apakah seseorang memiliki rekam jejak pembayaran yang baik berdasarkan kredit yang pernah dimiliki.
Namun, SLIK memiliki satu keterbatasan utama. Sistem ini hanya dapat memberikan informasi apabila seseorang memang pernah memiliki produk kredit yang dilaporkan ke OJK.
Apa Itu Alternative Credit Scoring?
Alternative Credit Scoring adalah metode penilaian risiko kredit yang memanfaatkan alternative data atau data non-tradisional. Data tersebut berfungsi menilai profil risiko calon debitur.
Berbeda dengan credit scoring konvensional, pendekatan ini mempertimbangkan berbagai indikator perilaku digital yang dapat menggambarkan stabilitas finansial seseorang. Beberapa contoh data yang dapat digunakan antara lain:
- Data telekomunikasi (telco data)
- Riwayat pembayaran tagihan
- Aktivitas transaksi digital
- Data rekening bank (dengan persetujuan pengguna)
- Perilaku penggunaan perangkat
- Data digital lainnya yang relevan dan sesuai regulasi
Dengan bantuan machine learning dan artificial intelligence, data tersebut dapat diolah menjadi skor risiko yang lebih komprehensif.
Mengapa Sistem Resmi Saja Belum Cukup?
Banyak Masyarakat Belum Memiliki Riwayat Kredit
Tidak semua masyarakat Indonesia pernah memiliki kartu kredit, kredit kendaraan, maupun pinjaman bank. Akibatnya, ketika mengajukan pinjaman pertama kali, informasi yang tersedia di SLIK sangat terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali. Padahal, seseorang yang belum pernah berutang bukan berarti memiliki risiko kredit yang tinggi.
Pertumbuhan Ekonomi Digital Mengubah Perilaku Konsumen
Saat ini masyarakat semakin banyak menggunakan layanan digital. Mereka membayar tagihan melalui aplikasi, menggunakan dompet digital, melakukan transaksi online, serta memiliki aktivitas telekomunikasi yang cukup konsisten. Semua aktivitas tersebut menghasilkan data yang dapat menjadi indikator kemampuan dan kedisiplinan finansial.
UMKM dan Pekerja Informal Sulit Dinilai
Indonesia memiliki jutaan pelaku UMKM dan pekerja sektor informal. Sebagian besar belum memiliki histori kredit formal, tetapi memiliki aktivitas ekonomi yang sehat.
Alternative Credit Scoring memungkinkan lembaga keuangan memperoleh gambaran risiko yang lebih lengkap terhadap segmen ini sehingga peluang memperoleh pembiayaan menjadi lebih besar.
Membantu Mengurangi False Rejection
Tanpa data tambahan, calon debitur yang sebenarnya layak dapat ditolak hanya karena tidak memiliki histori kredit. Dengan Alternative Credit Scoring, lembaga keuangan memperoleh insight tambahan yang membantu membedakan antara calon debitur berisiko tinggi dan mereka yang hanya belum memiliki rekam jejak kredit.
Hasilnya adalah keputusan kredit yang lebih akurat dan berpotensi meningkatkan approval rate tanpa mengorbankan kualitas portofolio.
Peran Terra Data Indonesia dalam Alternative Credit Scoring
Terra Data Indonesia menghadirkan solusi Alternative Credit Scoring berbasis telco data yang dirancang untuk membantu lembaga keuangan memperoleh insight tambahan dalam proses analisis risiko.
Melalui pemanfaatan alternative data yang diproses secara aman dan sesuai regulasi, Terra Data Indonesia membantu perusahaan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan kredit, mempercepat proses underwriting, serta menjangkau lebih banyak masyarakat yang belum memiliki histori kredit formal.
Alternative Credit Scoring dari Terra Data Indonesia tidak dimaksudkan untuk menggantikan SLIK, tetapi menjadi pelengkap yang memperkaya proses penilaian risiko sehingga keputusan kredit menjadi lebih akurat, efisien, dan inklusif.
Bagikan artikel ini