Alternative KYC Lebih Optimal dengan Data Telekomunikasi
Alternative KYC menawarkan pendekatan berbeda dalam proses verifikasi pelanggan dengan biaya yang lebih optimal dibanding e-KYC pada umumnya.
KYC menjadi bagian penting dalam proses onboarding pelanggan digital. Perusahaan perlu memastikan identitas pelanggan sebelum memberikan akses layanan tertentu. Namun, proses KYC konvensional dapat membutuhkan banyak tahapan. Proses tersebut juga dapat melibatkan dokumen, biometrik, dan berbagai layanan verifikasi.
Kondisi tersebut mendorong perusahaan mencari pendekatan KYC yang lebih efisien. Salah satunya adalah Alternative KYC dengan data telekomunikasi. Pendekatan ini memanfaatkan informasi dari jaringan dan data telekomunikasi. Tujuannya adalah menyediakan alternatif proses verifikasi untuk kebutuhan tertentu.
Mengapa Alternative KYC Dibutuhkan?
Pertumbuhan layanan digital meningkatkan kebutuhan terhadap proses onboarding. Pelanggan mengharapkan proses registrasi yang cepat dan mudah. Di sisi lain, perusahaan tetap membutuhkan proses verifikasi yang memadai. Perusahaan juga perlu mengelola biaya operasional selama proses tersebut.
Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan terhadap pendekatan KYC yang lebih efisien. Data telekomunikasi dapat menjadi salah satu alternatif dalam proses tersebut.
Penggunaannya dapat membantu perusahaan memeriksa informasi tertentu secara lebih cepat. Perusahaan juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap proses manual tertentu.
Tantangan Biaya dalam Proses KYC
Membangun infrastruktur KYC saja sudah memakan biaya yang cukup besar. Ditambah lagi, harus verifikasi identitas yang diajukan dengan data layanan kependudukan (Dukcapil).
Alternative KYC berbasis data telekomunikasi dapat membantu perusahaan mengoptimalkan penggunaan layanan verifikasi. Di mana NIK yang diajukan dapat diverifikasikan dengan nomor telepon pelanggan yang diajukan.
Pada ekosistem data telekomunikasi, pada saat registrasi nomor telepon mengharuskan pengguna untuk mengajukan NIK dan nomor KK untuk dicocokan ke layanan kependudukan (Dukcapil). Sehingga, proses verifikasi antara nomor telepon dan NIK yang diajukan pada dasarnya juga sudah melewati proses verifikasi layanan kependudukan (Dukcapil), tapi dengan biaya yang lebih optimal.
NIK Match untuk Alternative KYC
NIK Match yang disediakan oleh setiap provider data telekomunikasi dapat digunakan untuk memeriksa hubungan NIK dengan nomor telepon. Proses tersebut menggunakan informasi registrasi pelanggan telekomunikasi.
Perusahaan dapat memeriksa kecocokan antara NIK dan nomor telepon. Hasil pemeriksaan dapat memberikan beberapa kondisi kecocokan. Kondisi tersebut dapat membantu perusahaan memahami kualitas hubungan identitas. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan dalam proses verifikasi pelanggan.
Pendekatan ini dapat menjadi alternatif untuk kebutuhan pemeriksaan tertentu. Namun, hasilnya tetap perlu disesuaikan dengan tingkat risiko layanan.
Alternative KYC menawarkan pendekatan berbeda dalam proses verifikasi pelanggan. Data telekomunikasi dapat menjadi salah satu sumber alternatif yang relevan. Pendekatan tersebut dapat membantu meningkatkan efisiensi proses tertentu. Efisiensi dapat mencakup waktu, proses, dan potensi optimasi biaya.
Namun, Alternative KYC bukan berarti menghapus seluruh proses KYC. Implementasinya perlu disesuaikan dengan risiko dan tujuan verifikasi.
NIK Match, Active Status, dan Location Verification memiliki fungsi berbeda. Recycle Number dan SIM Swap juga memberikan konteks risiko yang berbeda.
Perusahaan dapat memilih untuk mengimplementasikannya melalui API atau dashboard kami sesuai kebutuhan proses masing-masing. Dengan pendekatan tersebut, KYC dapat dirancang lebih fleksibel dan efisien.
Bagikan artikel ini