Apa Itu Active Status API? Kenali Status Aktif Nomor Telepon Nasabah

Andri By Andri
Apa Itu Active Status API? Kenali Status Aktif Nomor Telepon Nasabah

Active Status API merupakan API Insight berbasis data telekomunikasi yang dapat membantu perusahaan mengetahui status nomor telepon nasabah.

Dalam bisnis yang memiliki database nasabah dalam jumlah besar, menjaga kualitas dan relevansi data pelanggan merupakan tantangan yang perlu diperhatikan secara berkala. Salah satu informasi penting yang perlu diperiksa adalah status nomor telepon nasabah.

Nomor telepon dapat berubah status seiring waktu. Nomor yang sebelumnya aktif dapat memasuki masa tertentu sebelum akhirnya tidak lagi aktif atau mengalami churn. Jika perusahaan masih menyimpan dan menggunakan nomor tersebut tanpa melakukan validasi, database dapat berisi informasi yang sudah tidak relevan.

Hasil pemeriksaan Active Status memberikan status yang dapat digunakan perusahaan untuk mendukung kebutuhan data cleansing, customer verification, customer engagement, hingga pengelolaan database nasabah.

Output Active Status API terdiri dari empat status utama:

  • Active
  • Grace Period
  • Churn
  • Expired (60 hari)

Dengan informasi tersebut, perusahaan dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi nomor telepon yang tersimpan dalam database.

Data Cleansing

Salah satu use case utama Active Status API adalah data cleansing. Database nasabah dapat berubah seiring waktu. Nomor telepon yang sebelumnya aktif belum tentu tetap aktif ketika database tersebut digunakan beberapa bulan atau tahun kemudian.

Active Status API dapat membantu perusahaan memperoleh insight mengenai status setiap nomor sehingga database dapat dikelola dengan lebih terstruktur.

Customer Communication

Perusahaan yang memiliki database nasabah dalam jumlah besar sering melakukan komunikasi melalui nomor telepon. Misalnya untuk:

  • Reminder pembayaran
  • Informasi layanan
  • Customer notification
  • Marketing campaign
  • Promotional campaign
  • Customer service

Namun, mengirimkan komunikasi kepada nomor yang sudah tidak aktif dapat mengurangi efektivitas campaign. Dengan mengetahui status nomor telepon, perusahaan dapat membuat segmentasi database berdasarkan kondisi nomor.

Customer Verification

Status nomor telepon juga dapat menjadi salah satu informasi tambahan dalam customer verification. Dalam proses onboarding, perusahaan biasanya menerima informasi seperti nama lengkap, NIK, dan nomor telepon.

Data tersebut kemudian dapat melalui beberapa tahap verifikasi. Active Status dapat memberikan informasi mengenai kondisi nomor telepon sebagai salah satu additional insight.

Untuk proses yang lebih komprehensif, informasi tersebut dapat dikombinasikan dengan API Insight lainnya seperti:

NIK Match API
Untuk membantu memverifikasi kecocokan NIK dan nomor telepon berdasarkan data registrasi telekomunikasi.

Location Verification API
Untuk memberikan insight tambahan untuk verifikasi alamat rumah atau kantor yang diajukan sesuai dengan insight dari data telekomunikasi.

Dengan menggabungkan beberapa insight, perusahaan dapat membangun proses customer verification yang lebih komprehensif.

Industri Pembiayaan

Perusahaan pembiayaan memiliki kebutuhan yang tinggi terhadap kualitas data nasabah. Nomor telepon digunakan dalam berbagai tahap, mulai dari pengajuan pembiayaan hingga collection.

Active Status dapat digunakan sebagai bagian dari proses data quality management. Misalnya, sebelum menjalankan campaign kepada database nasabah, perusahaan dapat melakukan pemeriksaan status nomor telepon. Hal tersebut dapat membantu perusahaan memahami:

  • Berapa banyak nomor yang masih Active
  • Berapa banyak nomor yang berada dalam Grace Period
  • Berapa banyak nomor yang sudah Churn
  • Berapa banyak nomor yang sudah Expired

Insight tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan strategi pengelolaan database. Untuk lebih komprehensif, Anda dapat menggabungkan dengan API Insight lainnya seperti NIK Match, Location Verification, Telco Score, SIM Swap, Recycle Number, Risky App, dan Last Location.

Pada akhirnya, nilai dari data bukan hanya terletak pada jumlah informasi yang dimiliki, tetapi pada bagaimana informasi tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan insight yang relevan bagi pengambilan keputusan bisnis.

Bagikan artikel ini

LinkedIn Tautan disalin
Andri

Tentang penulis

Andri