Data Cleansing Database Menggunakan Data Telekomunikasi

Andri By Andri
Data Cleansing Database Menggunakan Data Telekomunikasi

Data cleansing adalah proses mengidentifikasi, memeriksa, memperbaiki, memperbarui, atau menghapus data yang tidak akurat, tidak lengkap, tidak relevan, maupun tidak lagi valid.

Dalam sebuah database pelanggan, masalah kualitas data dapat muncul dalam berbagai bentuk. Salah satu yang paling umum adalah nomor telepon yang sudah tidak aktif.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin memiliki jutaan nomor telepon dalam database CRM. Seiring berjalannya waktu, sebagian nomor tersebut dapat:

  • Tidak lagi aktif
  • Tidak lagi digunakan oleh pelanggan yang sama
  • Memiliki informasi identitas yang tidak sesuai
  • Tidak dapat dihubungi
  • Tidak relevan untuk aktivitas komunikasi berikutnya

Jika database tidak diperbarui secara berkala, jumlah data yang tidak berkualitas dapat terus meningkat. Oleh karena itu, data cleansing menjadi bagian penting dari strategi data quality management.

Mengapa Database Perlu Dibersihkan?

Database yang besar belum tentu memiliki kualitas yang baik. Perusahaan dapat memiliki jutaan data pelanggan, tetapi apabila sebagian besar informasi tersebut sudah tidak valid, nilai bisnis dari database akan menurun. Data yang tidak berkualitas dapat memberikan dampak pada berbagai aktivitas operasional.

Komunikasi Menjadi Tidak Efektif

Perusahaan dapat mengirimkan SMS, notifikasi, atau melakukan panggilan ke nomor yang sudah tidak aktif. Hal tersebut menyebabkan aktivitas komunikasi menjadi kurang efisien dan berpotensi meningkatkan biaya operasional.

Analisis Menjadi Kurang Akurat

Database yang mengandung banyak informasi tidak valid dapat memengaruhi hasil segmentasi, analisis pelanggan, dan pengambilan keputusan.

Risiko Fraud Meningkat

Data pelanggan yang sudah tidak diperbarui dapat menciptakan risiko dalam proses customer verification maupun fraud prevention.

Karena itu, perusahaan perlu memiliki proses untuk memastikan bahwa data yang digunakan tetap relevan dan sesuai dengan kondisi terbaru.

Active Status API untuk Memeriksa Status Nomor Telepon

Nomor telepon merupakan salah satu data yang paling sering digunakan dalam ekosistem digital. Namun, nomor telepon juga memiliki karakteristik yang dinamis karena status aktifnya dapat berubah. Nomor yang sebelumnya aktif dapat menjadi tidak aktif, dan nomor yang sudah tidak digunakan dapat memberikan tantangan bagi perusahaan yang masih menyimpannya dalam database.

Dengan memanfaatkan data telekomunikasi, perusahaan dapat memperoleh insight tambahan mengenai status nomor telepon.

Insight tersebut dapat digunakan sebagai bagian dari proses data cleansing untuk membantu mengidentifikasi data mana yang masih relevan dan data mana yang perlu ditinjau kembali.

Salah satu pendekatan untuk membersihkan database adalah menggunakan API berbasis data telekomunikasi. Dalam ekosistem API Insight dari Terra Data Indonesia, proses ini dapat didukung oleh Active Status .

Active Status membantu perusahaan memperoleh insight mengenai status nomor telepon sehingga informasi tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas database pelanggan.

Selain Active Status, Terra Data Indonesia memiliki API Insight lainnya yang dapat mendukung proses customer acquisitions seperti:

  • NIK Match dan Location Verification untuk proses Customer Verification
  • Tenure, Telco Score, dan Income Prediction untuk proses Risk Assessment
  • SIM Swap, Recycle Number, dan Risky App untuk proses Fraud Detection
  • Last Location untuk proses Collection

Kualitas database memiliki pengaruh besar terhadap kualitas keputusan bisnis. Database yang mengandung informasi tidak relevan dapat memengaruhi efektivitas komunikasi, customer verification, analisis risiko, hingga proses operasional.

Dengan memanfaatkan API seperti Active Status API, perusahaan dapat membangun proses data cleansing yang lebih terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Pada akhirnya, data cleansing bukan sekadar membersihkan database. Proses ini merupakan fondasi untuk membangun data yang lebih berkualitas sebelum digunakan dalam customer verification, risk assessment, fraud prevention, maupun aktivitas bisnis lainnya.

Bagikan artikel ini

LinkedIn Tautan disalin
Andri

Tentang penulis

Andri